Our Feeds
zhons

Memayu Buyut Trusmi



Memayu Buyut Trusmi adalah Pesta rakyat yang menjadi tradisi rutin tahunan di Desa Trusmi Kabupaten Cirebon yang dilakukan dalam rangka menyambut musim penghujan.

Dalam pesta rakyat ini sejumlah pusaka warisan Ki Buyut Trusmi serta hasil bumi dikirab, selain itu arak-arakan juga dimeriahkan dengan berbagai macam kesenian dan hasil bumi dari berbagai desa sebagai salah satu ungkapan syukur.

Acara arak-arakan Memayu Buyut Trusmi ini diawali dengan pacu kuda, sejak subuh peserta arak-arakan dan penonton sudah memenuhi jalanan. Ribuan warga juga tumpah ruwah disepanjang jalan untuk menyaksikan prosesi tahunan ini. Mereka datang tidak saja dari sekitar Kabupaten Cirebon, tapi juga Majalengka, Indramayu dan Kuningan. Prosesi kirab ini dimulai dan berakhir di Makam Ki Buyut Trusmi dengan mengambil rute memutar sekitar 5 kilometer melewati jalan Pantura – Plered, Cirebon.

Memayu Buyut Trusmi adalah rangkaian acara dalam rangka tradisi mengganti atap Buyut Trusmi.

“Tujuan akhirnya adalah silaturahmi. Banyak warga berbondong-bondong datang untuk menyaksikan acara arak-arakan maupun ganti atapnya. Mereka akhirnya saling bertemu dari yang biasanya jarang bertemu. Akhirnya kan jadi silaturahmi, itulah maknanya,” ujarnya.

Salah satu kyai di buyut trusmi bernama kyai Toni mengatakan, sesuai tradisi, atap Buyut Trusmi harus diganti dalam waktu satu tahun sekali. “Ini tandanya memang akan datang musim hujan. Tiap tahun, ganti atap tidak sama baik tanggal maupun bulannya. Karena kami harus mengumpulkan beragam informasi terlebih dahulu, kapan akan berakhir musim kemarau. Nah, setelah informasi musim hujan akan datang, baru kita lakukan berbagai persiapan,” bebernya.

Salah satu peserta karnaval, Erwadi mengatakan, dirinya mengikuti karnaval berdasarkan keinginan sendiri dan tanpa dibayar sepeserpun. Satu harapannya, berpartisipasi dalam tradisi Memayu Buyut Trusmi untuk mendapat keberkahan.

Sementara itu, akibat adanya karnaval Memayu Buyut Trusmi, jalur pantura dari Weru hingga Tengah Tani tersendat. Bahkan, kepolisian terpaksa menerapkan contraflow, karena satu jalur dipergunakan untuk karnaval

Selama ini prosesi arak-arakan Memayu Buyut Trusmi banyak disaksikan oleh warga sehingga sangat bisa dijadikan agenda wisata daerah karena menjadi ajang kreativitas kesenian rakyat. Namun, perlu ada pembenahan dalam aspek estetika dan kemasannya sehingga bisa menarik wisatawan lokal atau luar negeri

Subscribe to this Blog via Email :
Previous
Next Post »