Our Feeds
zhons

Pasar loak palimanan klangenan

Pasar Loak Klangenan terletak di kawasan Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pasar ini menyediakan berbagai pilihan barang bekas Pasar Loak Klangenan Cirebon Hari Minggu adalah hari dimana Pasar ini buka,dari mulai jam 6 pagi hingga jam 12 siang aktivitas di pasar loak tersebut cukup ramai berburu barang bekas layak pakai ...
mulai dari peralatan rumah tangga barang sparepart motor sepeda dan berbagai macam kebutuhan sandang Pasar Loak Klangenan Palimanan: Surga Pecinta Barang Bekas Tempat dan suasana Pasar Loak Klangenan terletak di depan Pasar Minggu Palimanan, ... Pasar loak biasa orang meyebutnya pasar loak palimanan padahal cerita orang penduduk setempat yang berada di sekitaran area PASAR loak adalah PASAR LOAK KLANGENAN
zhons

Lima 5 tradisi dan adat istiadat dari Cirebon

Berikut adalah 5 tradisi dan adat istiadat yang khas dari Cirebon: 1. Suroan Dilakukan pada bulan Asyura (Muharram) sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini biasanya diwarnai dengan pembuatan dan pembagian bubur suro kepada masyarakat. setempat 2. Saparan Dilakukan pada bulan Shafar untuk memperingati berbagai ujian dan cobaan. Dalam tradisi ini, masyarakat membuat kue apem yang kemudian dibagikan kepada tetangga, kerabat, dan lingkungan sekitar. 3. Ngirap Merupakan ritual atau proses penyucian diri dari berbagai dosa dan kesalahan dengan cara bertaubat agar terhindar dari marabahaya. 4. Mauludan (Panjang Jimat) Dilakukan pada bulan Maulud (Rabiul Awwal) untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Puncak acara ini biasanya ditandai dengan tradisi panjang jimat di Keraton Kasepuhan Cirebon, yang berisi pembersihan dan penghormatan terhadap benda-benda pusaka leluhur. 5. Rajaban Dilakukan pada bulan Rajab, di mana masyarakat berkumpul di masjid atau mushalla (tajug) untuk membaca kisah diba'i atau melakukan asyraqalan (membacakan shalawat pujian kepada Nabi Muhammad sambil berdiri)
zhons

Suasana jelang memayu buyut trusmi

terussemi kecamatan Plered kab Cirebon Hari jumat pagi hingga malam 30 Oktober 2026 menjelang memayu buyut trusmi
terlihat para pedagang musiman tahunan kupat dan lepet dalam bahasa jawa wong trusmi cirebon mereka menjajakan dagangan begitu antusias dalam rangka memayu buyut trusmi ganti welit atau ganti atap yang terbuat dari bahan alami rumbia yang akan di gelar pada hari senin tanggal 2 November tahun 2026 Acara ini digelar setiap tahun menjelang musim hujan,” menurut masyarakat sebagai wujud syukur kepada Yang Maha Kuasa, Terlepas dari pro-kontra yang belakangan muncul dalam memaknai ritus “memayu”, upacara ini nyatanya masih terus diuri-uri oleh masyarakat Cirebon. Istilah “memayu” sendiri berasal dari kata “hayu” yang berarti cantik, indah atau selamat. Kata memayu mendapat awalan “ma” menjadi “mamayu” yang berarti mempercantik, memperindah atau meningkatkan keselamatan. Namun setelah sering-sering diucapkan, kata mamayu menjadi popular disebut memayu .
zhons

Muludan Trusmi 2019

Cirebon , trusmi 2019,-

Tahun ini acara Muludan Cirebon tempat di alin alun trusmi berlangsung selama 13 hari sampai 25 atau pelalan di sebut juga selawean malam puncak perayaan muludan di trusmi yaitu Malam Pelal.

Tradisi yang sudah berjalan bertahun-tahun itu bertempat di alun-alun trusmi dan sekitarnya, tradisi ini tak pernah sepi pengunjung. Sebelum acara Malam Pelal, banyak pedagang yang membuka lapak mereka hampir satu bulan lamanya.

Warga dari berbagai daerah, sengaja berkunjung ke muludan trusmi untuk bersilaturahmi dengan sesepuh buyut trusmi. Mereka melakukan tradisi Caos, datang dengan membawa hasil bumi sebagai bentuk bakti kepada tradisi.

Di arena muludan, pengunjung dimanjakan dengan berbagai dagangan yang dijual dari kebutuhan rambut sampai kaki, terutama aksesoris. Ada juga kebutuhan sandang untuk anak-anak sampai dewasa. Banyak ditemui pedagang khas muludan, mulai dari kapal otok-otok, replika alat-alat masak dari bambu dan alumunium. Serta berbagai kuliner khas Cirebon dan arena permainan anak yang ikut memeriahkan acara muludan untuk mendapatkan rejeki.

“Semoga acara ini tidak pernah punah, itung-itung pasar malem taunan yang besar. Saya slalu sempatkan mengunjungi muludan di trusmi setiap taun,seorang ibu membawa anak-anak juga sedang menemani buah hatinya menikmati permainan mancing ikan dan berbagai wahana mainan anak anak

zhons

Foto Memayu Buyut Trusmi 2019



Minggu pagi (20/10/2019),

 mereka mengular di pinggiran jalan sejak pukul 06.00 WIB untuk menyaksikan ider-ideran karnaval “Memayu Buyut Trusmi”.

Diiringi suara gamelan, beberapa pria berpakaian putih-putih serupa begawan menyeruak dari tengah kerumunan, mereka para kemit(petugas jaga makam keramat) yang bertugas mengirab 14 tombak pusaka warisan Ki Buyut Trusmi.
Di belakangnya, berbaris rombongan lelaki berseragam merah muda, memakai iket “mega mendung”, membawa welit alias atap rumbia.

 Rombongan pengirab 14 tombak pusaka warisan Ki Buyut Trusmi, Cirebon.
Berurutan di belakang pembawa welit, muncul rombongan peserta karnaval dari seluruh kukuban Cirebon lengkap dengan atraksi seni mereka. Mulai dari kelompok tari, street art costum, patung karakter berukuran raksasa, beragam hasil bumi dan makanan, iring- iringan kelompok berkuda, hingga kereta kencana.
Ider-ideran atau arak-arakan ini dihelat dari kompleks Makam Buyut Trusmi hingga Ke arah Panembahan
















Untuk detailNya mengenai sejarah Memayu buyut Trusmi selengkapnya klik link di bawah ini 


https://trussemi.blogspot.com/2019/09/memayu-buyut-trusmi-2019.html?m=1

Semoga dibtahun kedepan nya nanti aman dan kondustif